Social Icons


Selasa, 03 Desember 2013

TEMANGGUNG NEGERI TEMBAKAU


Tembakau Temanggung selama ini dikenal sebagai tembakau lauk yang memiliki keunggulan dibanding tembakau luar daerah. Oleh karena itu guna mempertahankan kualitas supaya nilai jualnya tinggi, diminta petani menjaga kemurnian. Diutarakan, budidaya tembakau sampai saat ini masih menjadi andalan pendapatan petani dan memberikan dampak bagi pergerakan perekonomian daerah. Agar usaha pertembakauan bisa berjalan efektif dan efisien maka petani sudah selayaknya menjaga mutu khas Temanggung dengan tidak mencampur tembakau impor. Tembakau srinthil yang sangat harum baunya ini mesti dijaga kemurniannya supaya berkualitas tinggi . Keluarnya tembakau srinthil menguntungkan petani karena harga jualnya mahal mencapai ratusan ribu rupaih per kilogramnya , bahkan tahun 2009 silam harganya menembus angka Rp.600.000/kg,” pintanya.

Nurhadi (59) salah seorang petani menuturkan tembakau srinthil mulai keluar sepekan terakhir ini yang ditandai baunya harum, warna coklat kehitam-hitaman dan pegangannya lengket karena kandungan nikotin tinggi. Diakuii srinthil yang keluar pertama ini masih kualitas awal sehingga harga jualnyapun belum mahal Rp.160.000/kg. Srinthil kualitas puncak yakni baunya lebih harum, warna lebih hitam dan pegangannya bertambah lengket biasanya dihasilkan petikan daun terakhir atau dikenal dengan sebutan protholan . Berdasarkan pengalaman tahun 2009, srinthil kualitas puncak harga jualnya mencapai Rp.600.000/kg. Diakui tembakau srinthil tidak setiap musim keluar, jika cuaca baik yakni panas matahari cukup berpotensi menghasilkan srinthil itupun dilahan tertentu saja.

“Tanda-tanda tembakau srinthil mulai kelihatan setelah 4 malam diperam, keluar jamur kuning di daun tembakau yang jumlahnya bertambah banyak sampai 8 malam hingga siap dirajang. Saat dirajang, daun tembakau sudah lunak dan pekat karena kadar nikotinnya tinggi dan baunya harum menyengat seperti buah salak “ tuturnya seraya menambahkan hasil tembakau rajangan setelah dianjang( ditata ) di rigen sedikitnya butuh 3 hingga 5 hari penjemuran matahari supaya kering dan siap jual.

Menurutnya berdasarkan catatan, masa kejayaan tembakau srinthil dialami pada tahun 1977 yang harganya mencapai Rp.12.000/kg, pada saat itu harga beli pupuk kandang 1 truk hanya Rp.6.000, sehingga 1 kg srinthil bisa untuk beli pupuk 2 truk. Sementara saat ini harga pupuk kandang 1 truk Rp.1.100.000 , sedang harga jual srinthil baru mencapai Rp.160.000 /kg dan diperkirakan paling tinggi Rp.600.000 per kg seperti tahun 2009 silam.

Ia menuturkan dalam kurun 9 tahun terakhir ini petani di desanya acapkali menikmati tembakau srinthil yakni tahun 2002 (Rp.150.000/kg), 2003 (Rp.200.000/kg), 2004 (Rp.250.000/kg), 2006 (Rp.300.000/kg), 2007 (Rp.350.000/kg), 2008 (Rp.500.00/kg) dan 2009 (Rp. 600.000/kg) serta tahun 2011 ini sudah ada yang laku Rp.160.000 per kg. Sedang tahun 2005 dan 2010 tidak keluar tembakau srinthil karena curah hujan tinggi, sehingga kualitasnya rendah.

Kepala Desa Tlilir Kemis menjelaskan, sedikitnya ada 100 petani yang pada tahun ini bercocok tanam tembakau di lahan seluas 161 hektar. Jenis tembakau yang dibudidayakan varietas kemloko atau lebih dikenal sebutan gober genjah. Rata-rata tanaman tembakau tumbuh subur setiap pohonnya menghasilkan daun antara 18 – 20 lembar. Diutarakan petani mulai menanam pada awal bulan April lalu dan mulai memanen pada awal Agustus kemarin. Setiap kali memanen daun yang dipetik antara 1 – 2 lembar, khusus untuk panenan terakhir atau protholan bisa mencapai 4 lembar daun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Pengikut Blog

Gudangnya Smart Phone